Minggu, 12 Februari 2017

IBADAH MINGGU PAGI DAN PERJAMUAN KUDUS, 12 FEBRUARI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi dan Perjamuan Kudus, 12 Februari 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.F.Samsanoy, S.Th dengan membawa menggambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Roma 10:4-15 Kebenaran karena iman

Membuka kotbahnya Pdt.F. Samsanoy kembali mengingatkan warga jemaat bahwa kita semua baru saja memperingati HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-162 Tahun dan jika berbicara soal injil sejak tahun 1855 banyak sekali pekabar-pekabar injil yang mendapat tantangan dalam pelayanan mereka ketika mereka memberitakan injil kepada umat di tanah Papua saat itu.

Dan jika kita simak dengan sesama riwayat pekabaran injil di tanah Papua tentu akan membuat kita merasa sedih karena setiap para pekabar injil tersebut yang menyampaikan berita injil Kristus di tanah Papua tidak berjalan secara mulus tetapi banyak tantangan dan juga korban yang berjatuhan baik jiwa dan harta benda mereka hanya karena injilb tersebut.

Jika kita bandingkan usia Pekabaran Injil di tanah ini dengan usia seorang manusia tentu usia 162 Tahun merupakan usia yang sangat tua sekali karena telah sangat tua dan dalam usia tersubut semua orang di tanah Papua mulai dari selatan hingga utara bahkan dari pesisir hingga pegunungan seharusnya semua telah mengenal dan memahami kebenaran injil.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua apakah injil ini yang telah berusia 162 tahun diatas tanah Papua telah melekat dalam hati dan pikiran serta mengubah pikiran, perbuatan,tindakan dan perilaku kita masing-masing ? Dan hal tersebut harus menjadi suatu perenungan iman bagi kita semua dalam kapasitas kehidupan kita sebagai orang-orang percaya.


Kembali pada pembacaan firman Tuhan saat ini bahwa para ahli-ahli Taurat mengajarkan kepada umat Israel bahwa ketika orang melaksanakan hukum Taurat maka dia akan memperoleh keselamatan dari Allah dan itu yang tertanam di dalam pikiran mereka, sehingga ketika berita injil tersebut diajarkan mereka menantangnya.

Menurut para ahli Taurat bahwa orang menerima keselamatan Allah bukan karena mereka mendengar Injil, tetapi seorang akan memperoleh keselamatan jika dia melakukan hukum Taurat dalam kehidupannya dan hal inilah yang mau di jelaskan oleh rasul Paulus bahwa Tuhan Yesus tidak meniadakan hukum Taurat dalam karya keselamatan-Nya selama berada di bumi ini, tetapi maksud kedatangan-Nya adalah untuk menggenapinya bahkan Dia meringkaskan seluruh isi hukum Taurat dalam dua hukum Kasih yakni: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Jadi Paulus menegaskan bahwa Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa jika seseorang melaksanakan dua hukum Kasih tersebut dalam kehidupannya dengan sendirinya seseorang akan menerima keselamatan dari Allah karena hukum Kasih tersebut telah menyimpulkan semua isi hukum Taurat.

Kita saat ini yang telah menerima injil dalam kehidupan kita dan melaksanakan hukum Kasih sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus maka kita juga akan menerima keselamatan dari Allah karena dengan memberlakukan hukum kasih maka kita juga telah melaksanakan hukum Taurat tersebut dalam kehidupan kita.

Setelah kotbah dilanjutkan dengan pelaksanaan perjamuan kudus bagi seluruh warga jemaat Siloam sebagai perjamuan awal tahun pelayanan 2017. Ibadah juga diisi dengan kesaksian lagu oleh Vg. Sandiki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar