Rabu, 30 September 2015

IBADAH AKHIR BULAN SEPTEMBER 2015 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Akhir Bulan September  di GKI Siloam Sanoba Nabire
Pembacaan Firman Tuhan Keluaran 4:1-11 “Musa diutus Tuhan”
Pelayan Firman Pnt.Martha Noriwari

Kita telah mengetahui cerita Musa bahwa ia lahir disaat orang Ibrani sendiri mengalami masa terberat dalam kehidupan mereka di tanah Mesir, yakni bahwa mereka mengalami penyiksaan fisik yang berlebihan serta anak bayi laki-laki yang di lahirkan oleh mereka harus di bunuh, hal ini dimaksudkan untuk menekan angka kelahiran pada orang Ibrani yang kian hari semakin banyak dan di takuti bisa melebihi bangsa Mesir sendiri.

Alkisah menurut cerita Alkitab bahwa justru untuk menghindari terbunuhnya bayi Musa tersebut, telah mengantarkan Musa ke istana Firaun oleh akal sang ibunya serta saudara perempuannya yang telah memperdayai putri Firaun serta membuat Musa mendapat pengajaran dan hikmat yang terdapat pada bangsawan Mesir.

Perjumpaan Musa dengan Allah justru terjadi ketika Musa menjadi seorang pelarian dan telah meninggalkan Mesir untuk  hidup sebagai pendatang dan sekaligus menumpang di rumah mertuanya Jitro yang juga merupakan Imam di Midian. Musa Melarikan diri karena akan di bunuh oleh Firaun setelah ketahuan membunuh seorang  Mesir yang kedapatan oleh Musa sedang memukul seorang Ibrani, dan oleh belas kasihannya akan saudara sebangsanya, Musa membunuh orang Mesir tersebut dan menyembunyikan mayatnya dalam tumpukan pasir.

Musa di saat sedang menggiring kambing milik mertuanya Jitro melewati padang gurun dan sampailah ia ke gunung Allah yakni gunung Horeb dan tampaklah kepadanya nyala api dan semak duri di dekatnya tidak terbakar, oleh karena rasa ingin tahunya Musa berpaling untuk memeriksa hal tersebut dan Allah berfirman dari dalam nyala api yang di semak duri tersebut.

Yang dilakukan oleh Allah adalah bahwa Ia memperkenalkan diri-Nya kepada Musa dan membuat tanda mujizat untuk meyakinkan Musa akan kuasa-Nya! Tetapi Musa sebagai manusia biasa dan telah mengukur kemampuan dirinya sendiri menyampaikan ketidak mampuannya untuk berbicara karena berat lidah (Band. Ayat 10. Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”  11. Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?  12.  Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kau katakan.”)

Dan Musa melakukan tepat seperti apa yang TUHAN firmankan, setelah sebelumnya melihat mujizat dan perkenalan TUHAN secara pribadi kepada Musa.

Cerita Musa harusnya memberikan inspirasi dan motifasi bagi kita semua yang percaya akan kuasa dan mujizat Tuhan, bahwa kuasa dan mujizat-Nya tidak pernah berakhir.
Tuhan selalu ingin memakai hidup kita buat kemuliaan dan pekerjaan-Nya di akhir zaman ini.

Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan malu, tidak lincah serta tidak pandai untuk melayani Tuhan, karena Tuhan akan selalui melengkapi anak-anaknya yang serius bekerja di ladang-Nya tentunya dengan segalah perlengkapan yang dibutuhkan baik mujizat dan juga karunia lainnya untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan.

Jika Tuhan mau, Dia dapat memakai siapa saja, baik Kaum Bapak, Ibu, Remaja dan juga anak-anak sekolah minggu, seturut kehendak-Nya.
Dia yang menjadikan kita dan Dia-lah yang akan melengkapi kita dengan kuasa dan mujizat-Nya yang ajaib.

Pesan buat kita semua terkait pembacaan Firman Tuhan saat ini:
1.Jika Allah memilih dan mengutus untuk bersaksi bagi kemuliaan-Nya kita harus melaksanakannya,  karena Allah akan menyertai kita;
2.Segalah kelemah dan kekurangan kita akan di sempurnakan oleh Allah sendiri;
3.Sebagai anak-anak Allah kita diberi kuasa untuk menguji setiap roh, jika kita mengalami peristiwa rohani, untuk mengetahui apa hal tersebut benar dari Allah adanya atau dari roh-roh dunia ini, kalau dari Tuhan maka Dia akan bersedia jika kita memohon baginya untuk mengulang atau memperjelas suatu peristiwa rohani tersebut seperti yang lakukan oleh-Nya terhadap Musa.

 “Kita semua berharga dimata Tuhan, dan Tuhan berhak memakai kita seturut dengan kehendak-Nya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar