Minggu, 07 Agustus 2016

IBADAH MINGGU PAGI 7 AGUSTUS 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE



Ibadah Minggu Pagi, 7 Agustus 2016 di GKI Siloam yang di pimpin oleh Pdt. Sintia Kurdouw, S.Th dan mengambil pembacaaan firman Tuhan dari kitab Kejadian 1:27 s/d 2:4a “Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya”

Pdt. Sintia Kurdouw mengawali kotbahnya dengan memberikan ringkasan cerita beberapa hari lalu melalui tayangan di media televisi ada dialog interaktif antara Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Putjiastuti dan beberapa pakar lingkugan hidup.

Dalam dialog tersebut beberapa pakar tersebut sepakat bahwa kalau masyarakat Indonesia tidak menjaga lingkungan hidup ini dengan baik maka di perkirakan beberapa tahun kemudian anak dan cucu kita tidak akan menikmati  apa yang kita nikmati sekarang.

Ada juga slogan yang berbunyi “Jagalah bumi karena akan menjadi warisan bagi anak cucu kita”

Dari dialog antara Menteri Kelautan dan Perikanan dan juga beberpa pakar lingkungan tersebut serta slogan diatas, kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa ada sebuah ancaman besar, ada sebuah bahaya besar yang akan dialami oleh kita umat manusia mengenai kondisi lingkungan di sekitar kita, secara khusus dalam dialog ini berbicara soal perairan atau lautan.

Hal ini dapat kita lihat saat ini bahwa betapa keadaan telah berbanding terbalik dengan masa yang lalu. Kalau dahulu kita ke pantai dan buang nelon pancing dengan umpan di pinggir pantai bisa dapat ikan, kalau sekarang kita harus mendayun menggunakan perahu ke tempat yang lebih dalam baru bisa dapat ikan.

Kalau dulu tidak ada banjir yang besar, sekarang sering sekali kita kebanjiran, kalau dulu tidak ada longsor dimana-mana maka sekarang sering sekali terjadi longsor di mana-mana. Pertanyaannya kenapa hal tersebut diatas bisa terjadi di bumi ini dan secara khusus di negara kita Indonesia ?

Tidak perlu kita bertanya kepada orang lain atau siapa-siapa, tetapi kembali tanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan sehingga bumi tempat kita hidup ini semakin rusak dan menimbulkan ancaman besar bagi kita ? Padahal kalau kita baca dalam kitab Kejadian bahwa Allah setelah menciptakan semuanya Dia berkata bahwa semua itu baik dan sempurnah termasuk bumi ini.

Lalu kenapa sekarang kita merasakan bahwa apa yang telah di jadikan oleh Allah itu tidak baik ? Untuk menjawab hal tersebut ada tiga hal penting yang dapat kita lihat secara bersama-sama.
(1)Manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah,(2) berkuasa atas seluruh ciptaan dan (3) hari perhentian (hari ke tujuh)

Maknah manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah menggambarkan bahwa manusia tidak ada bedahnya dengan Allah dan sama dengan Allah serta merupakan wakil Allah yang di tempatkan di muka bumi ini, sehingga manusia juga memiliki tugas yang sama dengan Allah yakni menjaga, memelihara dan merawat semua yang sudah Allah ciptakan dan jadikan di bumi ini.

Maknah berkuasa atas segalah ciptaan, berkuasa dalam hal apa ?
Apakah berkuasa dengan otoriter atau sekendak hati kita ? Jawabannya tidak!
Berkuasa yang dimaksudkan di sini adalah berkuasa dalam mengelolah dan memanfaatkan segalah sesuatu di bumi ini dengan baik dan benar, bukan dengan monopoli atau mengeksploitasi segalah sesuatu yang ada dan berkuasa merusak segala sesuatu yang ada. Sebab Allah juga berkuasa tetapi dengan penuh kasih serta kepemimpinan yang merawat dan tidak otoriter dan Dia mau kita juga memiliki kuasa yang sama untuk merawat bumi ini.

Maknah hari perhentian (Hari ke tujuh) sebagaimana tertulis dalam kitab Kelaaran 20:8 “Ingat dan kuduskanlah hari sabat” sebab enam hari lamanya Allah menjadikan langit dan bumi dan Dia berhenti pada hari ke tujuh dan memberkati hari itu.
Kalau saat ini enam hari lamanya kita bekerja dan hari ke tujuh kita tidur untuk melepaskan lelah dan itu yang sering terjadi padahal firman Tuhan mengajar kepada kita bahwa Allah berhenti pada hari ke tujuh dari segalah penciptaan-Nya dan Ia memberkati hari itu, Ia bersuka cita akan apa yang telah di lakukan-Nya.

Oleh sebab itu bapa, ibu dan saya sebagai manusia ciptaan-Nya telah di ajarkan oleh Allah untuk menguduskan hari ke tujuh atau hari sabat, hari dimana kita bersyukur buat apa yang telah Allah berikan dan nyatakan dalam kehidupan kita. Itu yang harus kita lakukan, bukan sebaliknya hari ke tujuh kita hanya tidur saja tanpa mengucap syukur akan kerja dan aktifitas kita selama enam hari yang telah berlalu itu.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita bahwa tujuan Allah menjadikan kita di dunia ini supaya kita dapat mengambil bagian dalam mengatur ciptaan-Nya, tetapi juga kita dapat bertumbuh dalam persekutuan supaya mencerminkan gambar dan rupa Allah, serta dapat menikmati hari perhentian yang Tuhan berikan kepada kita, itulah tujuan Allah menciptakan manusia di dalam dunia ini.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PW Siloam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar