Senin, 18 Juli 2016

IBADAH PERSEKUTUAN ANAK MUDAH (PAM) TINGKAT KLASIS GKI PANIAI JULI 2016 DI PUSATKAN DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Persekutuan Anak Mudah (PAM) Klasis GKI Paniai, senin 18 juli 2016 di pusatkan di GKI Siloam Sanoba Nabire dan di pimpin oleh Pdt. Y. Sikawael,S.Th dan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Markus 11:12-14 “Yesus mengutuk pohon ara”

Mengawali kotbahnya Pdt.Y.Sikawael menyampaikan bahwa dia memberi judul bagi renungan pembacaan firman Tuhan dalam ibadah saat ini yakni “Jangan sampai tidak berbuah”

Bacaan firman Tuhan ini ketika dibaca secara cermat sangat muda di mengerti karena hanya tiga ayat yang di tulis dalam kitab Markus.

Berbicara tentang pohon ara, maka dalam konteks pelayanan Tuhan Yesus pada dua ribu tahun yang lalu, dimana Dia selalu menggunakan perumpamahan-perumpamahan untuk memberi pemahaman kepada orang banyak.


Dalam pelayanan Tuhan Yesus di daerah Palestina, tempat pohon ara ini berada dan apa yang menyebabkan Tuhan Yesus yang adalah Mesias Anak Allah yang hidup bisa mengutuk pohon ara ketika saat itu berada bersama para murid-Nya  dan Tuhan Yesus sangat ingin sekali memakan buah pohon ara.

Dalam cerita Markus 11:12-14 di katakan bahwa Tuhan Yesus merasa lapar dan Ia melihat dari jauh pohon ara yang sudah berdaun dan mendekatinya kalau-kalau Dia bisa mendapat buah dari pohon ara itu.

Ketika dicari oleh Tuhan Yesus namun tidak mendapatkan apa-apa, dan seperti yang di katakan oleh penulis kitab Markus bahwa saat itu bukan musim buah ara, tetapi Tuhan Yesus mempunyai pandangan yang berbedah bahwa Dia mau memberitakan kepada murid-murid-Nya dan juga semua umat manusia bahwa pohon ara itu tidak boleh kosong sekalipun bukan musimnya.

Dalam ayat ke 14 pada pembacaan firman Tuhan saat ini di katakan oleh Tuhan Yesus bahwa “Jangan lagi seorangpun memakan buahmu selama-lamanya” dan murid-murid-Nya mendengar hal tersebut.


Dan yang terjadi dengan pohon ara tersebut adalah bahwa pohon itu menjadi layu dan mati.

Kebenaran firman Tuhan saat ini memberikan gambaran kepada kita tentang hidup kita yang di ibaratkan pohon ara, bahwa kita tidak boleh tidak berbuah, sebab siapa yang tidak berbuah akan bernasip sama seperti pohon ara tersebut yang tidak akan berbuah selama-lamanya karena layu dan menjadi kering hingga pada akhirnya di campakkan ke dalam api.

Marilah kita hidup seturut dengan firman Tuhan dan mengahasilkan buah yang banyak bagi kemuliaan Tuhan.
VG. PAM SION KAMPUNG HARAPAN

VG. PAM ICHTUS SIRIWINI
Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu VG. PAM Sion Kampung Harapan dan VG. PAM Ichtus Siriwini.

Di akhir ibadah dilakukan aksi lima menit dalam bentuk pemberian bantuan dana secara spontanitas untuk membantu pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Siloam Sanoba Nabire.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar