Minggu, 30 Oktober 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 30 OKTOBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Sebagai seorang ibu sudah tentu sangat mengaharapkan bahwa suatu kelak anak-anaknya akan memiliki atau mempunyai masa depan yang lebih baik. Harapan akan masa depan dan hidup yang baik bagi anak-anaknya akan membuat seorang ibu akan menggerakan segalah daya, upaya dan segenap kemampuan serta kekuatannya agar apa yang di inginkan dan di harapkan kepada anak-anaknya dapat tercapai.

Demikian kutipan kotbah pada ibadah minggu pagi yang dipimpin oleh Pnt. Lambert Rumbiak dengan membawa pembacaan firman Tuhan dari kitab Matius 20:20-28 “Permintaan ibu Yakobus dan Yohanes, Bukan memerintah melaikan melayani”

Lebih lanjut kata Pnt. Lambert Rumbiak kecenderungan sifat seorang ibu yang selalu menginginkan hal terbaik bagi anak-anaknya kadang kala membuat sang ibu tidak memperhatikan dan mempertimbangkan situasi dan keadaan yang tepat bahkan dengan siapa si ibu tersebut berhadapan.

Hal tersebut diatas menunjukan tipe orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, karena kita bukan sekedar memiliki atau memperoleh anak dalam kehidupan keluarga tetapi kita juga bertanggung jawab menyiapkan masa depan mereka sehingga di kemudian hari meraka (anak-anak) juga merasa bahwa orang tua juga bertanggung jawab atas kehidupan mereka.

Kembali pada pembacaan firman Tuhan saat ini bahwa ibu dari anak-anak Zebedeus yaitu Yakobus dan Yohanes sangat menyadari akan tanggung jawabnya sebagai orang tua terkait masa depan anak-anaknya sehingga ia memintah kepada Tuhan Yesus agar kelak anak-anaknya dapat hidup di kerajaan sorga dan duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus.

Hal ini dikatakan oleh ibu dari anak-anak Zebedeus tersebut karena ia tahu bahwa Tuhan Yesus akan memerintah di dalam kerajaan sorga kelak dan ia ingin agar anak-anaknya ikut bersama-sama untuk memerintah bersama Tuhan Yesus atau paling tidak mereka memperoleh tempat atau kedudukan yang layak dan terhormat dalam kerajaan-Nya.

Kata minta di sini mengandung maksud atau hasrat untuk memiliki sesuatu yang kuat, dengan demikian permintaan ibu ini bukanlah sesuatu yang hanya bersifat basa-basi atau lelucon, melainkan mengandung harapan agar Tuhan Yesus mengabulkan permintaannya.

Namun apa yang di sampaikan oleh Tuhan Yesus kepada ibu anak-anak Zabedeus tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka pikirkan bahwa hal memberikan tempat di sebalah kanan maupun sebelah kiri-Nya adalah hak dari Allah Bapa dan bahwa mereka hanya memikirkan suasana damai, aman dan sejahtera dalam kehidupan mereka tanpa melihat proses yang harus mereka jalani di dunia ini sebagai murid-murid-Nya bahwa mereka harus menjadi pelayan atau hamba untuk melayani saudara-saudaranya dan juga dalam pelayanannya pasti akan mengalami banyak tantangan dan penderitaan serta kesengsaraan yang berat sebagai konsekwensi dari iman mereka.

Mengakhiri kotbahnya Pnt. Lambert Rumbiak mengatakan bahwa pesan firman Tuhan pada saat ini mau mengajarkan kepada kita semua bahwa yang terbesar dalam kerajaan sorga adalah mereka yang berlaku sebagai pelayan yang melayani saudara-saudaranya dan juga ikut meminum dari cawan yang di minum oleh Tuhan Yesus sebagai lambang dari penindasan dan penyiksaan atas iman dan kepercayaan kita kepada-Nya.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh solo dari WYK 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar