Senin, 26 Desember 2016

PERAYAAN NATAL PERSEKUTUAN ANGGOTA MUDA (PAM) GKI SILOAM SANOBA NABIRE 2016


Gembala pada kalangan orang Yahudi adalah kaum kelas bawa dan keberadaan mereka selalu di gambarkan sebagai kaum yang tidak mampu atau orang-orang yang lemah dan mereka selalu di pandang dengan sebelah mata bahkan tidak di hargai.

Dari latar belakang mereka yang hidup dalam penderitaan dan kemiskinan mereka Allah mau memakai untuk menyampaikan berita sukacita kepada seluruh dunia bahwa hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Demikian kutipan kotbah pada perayaan Natal Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Siloam Sanoba Nabire yang dilaksanakan sore tadi (26/12) dan dipimpin oleh Pdt.F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Lukas 2:8-14 “Gembala-gembala”

Lebih lanjut menurut Pdt.F.Samsanoy bahwa kalau saja kita berpikir secara manusiawi tentu saja kita akan bertanya kenapa Allah mau memakai kaum gembala yang keberadaan mereka dianggap sebagai kaum yang lemah dan terhina untuk menjadi saksi terkait kelahiran Kristus dan bukan para bangsawan atau mereka yang mempunyai kedudukan dan terpandang.


Tetapi justru oleh para gembala tersebut berita sukacita terkait kelahiran Juruselamat yakni Kristus Tuhan kita tersiar hingga kepelosok dunia ini. Dan kedatangan Yesus bukan untuk orang yang kaya dan berkedudukan tetapi kedatangan Yesus untuk mengangkat orang yang terhina dan mengalami kekurangan dalam hidupnya dan juga memutuskan belengguh dosa yang selama ini mengikat umat manusia serta membawa damai.

Kalau Yesus datang membawa damai maka Dia juga menuntut ada kedamaian didalam unsur PAM dan kalau Yesus telah lahir di dalam hidup kita maka kita juga harus membentuk persekutuan ini dengan baik, aman dan damai sehingga kita dapat berjalan secara bersama-sama dalam persekutuan kita karena itulah yang diinginkan oleh Tuhan.

Pemuda adalah tulang punggung gereja yang diharapkan pada masa depan akan menjadi penerus dalam gereja ketika orang tua yang sekarang bekerja dan memimpin gereja telah tiada atau di panggil Tuhan.

Sehingga Persekutuan Anggota Muda (PAM) harus tetap berperilaku baik dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak diri sendiri dan masa depan diantaranya menggunakan narkoba, minum minuman keras, melakukan seks bebas, mengisap aibon dan lain sebagainya.

Sebagai pemuda dan pemudi Kristen yang sudah mengenal Tuhan dan kebenaran injil keselamatan, maka saudara dan saudari harus tetap memegang tegung Injil tersebut dimana saja kalian berada karena injil adalah kekuatan Kristus yang menuntun pada keselamatan.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh Solo dan Duet PAM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar